Gie Ismail : Kasus Penganiayaan Sekcam Terbentur Intervensi Kekuasaan, Keadilan Menjadi Komoditas Murahan

BOGOR, INFODESAKU – Keadilan rupanya menjadi barang mahal dan langka bagi para pencari keadilan,komoditas murahan bagi pemilik uang serta haus kekuasaan. Pasalnya terpampang jelas pada kasus pemukulan dan perampasan kemerdekaan orang lain pada nasib Ridwan, eks. Sekcam Tamansari, Kabupaten Bogor.

Perihal laporan yang terbit pada 11 Agustus 2017, hingga saat ini belum terselesaikan alias tidak ada kejelasan. Bahkan delik aduan terhadap Inspektorat Kepegawaian Kabupaten Bogor pun terlunta-lunta tanpa adanya  kepastian hukum.

“Segala ikhtiar dan upaya sudah dilakukan oleh Ridwan, namun apa daya dikala kekuasaan telah merasuki proses penegakan hukum, maka keadilan terhenti dan bahkan diperkosa sesuka jidat para pemangku elit kekuasaan,” keluh Gie kepada infodesaku.

Masih menurut Gie, Sejatinya laporan polisi mengacu pada Perkap No. 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan, bisa rampung dengan waktu 1 bulan, tidak terbengkalai hingga kini.”Ibarat kasus kakap atau besar, inikan hanya kasus biasa yang telah diatur didalam Pasal 351 (1) dan 335 KUHP, sehingga tidak perlu waktu yang berlama-lama. Beda hal nya kasus korupsi, genosida dan perkara-perkara yang tergolong white colour crime,” terangnya.

Sementara laporan dari pihak korban telah dilimpahkan oleh penyidik dua minggu lalu, akan tetapi Jaksa Penuntut Umum yakni Arjuna, telah mengembalikan berkas tersebut kembali (P.19) ke penyidik guna dilengkapi. Ikhwal tersebut terjadi pada Kamis tanggal 23 November 2017.

Namun demikian hingga saat ini Penyidik Reskrim Polres Bogor, belum menyerahkan kembali berkas tersebut ke Kejaksaan Negeri Cibinong. Disatu sisi, Inspektorat Kepegawaian dan BKPP Kabupaten Bogor, belum memberikan perkembangan yang signifikan mengenai aduan PNS yang diduga telah melakukan pelanggaran kode etik.

“Ini baru kasus saya, belum lagi kasus-kasus lain yang menimpa masyarakat Kabupaten Bogor. Kami akan terus berdiri di garda terdepan, untuk terus mengawal penegakan hukum perkaranya eks. Sekcam tersebut.” tegas Gie menutup pembicaraan.

(Emil / Taufik Hidayat)

Previous Habib Hasan : Gas Melon Langka di Puncak, Harusnya Pemkab Bogor Jeli dan Cepat Tanggap
Next Indag Garut Disorot, Gudang WINGS Tanpa TDG

About author

You might also like

Terbaru 0 Comments

Menteri Perhubungan Berharap Jalur Kereta Api Double Track Selesai di 2018

SUKABUMI, INFODESAKU – Dalam rangka kunjungannya ke Stasiun Kereta Api Cicurug Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap pengerjaan Jalur Kereta Api Double Track Sukabumi Bogor dapat selesai di 2018 nanti.

Sosial 0 Comments

Cemara Scout Community, Gelar Aksi Berselingkuh

SULSESL, INFODESAKU – Menjelang Puncak Hari Peduli Sampah Nasional yang siap dihelat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Kamis (16/2/2017), Cemara Scout Community menggelar aksi Berselingkuh (Bersih Sehat Lingkungan

Hot News 0 Comments

Pemkab Sukabumi Mendapatkan Dua Penghargaan Sekaligus

BANDUNG-INFODESAKU – bertempat di Sport Arcamanik Bandung Minggu, (30/7). Propinsi Jawa Barat (JABAR) menggelar peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke XXIV dan Hari Anak dengan mengusung tema membangun keluarga jawabarat

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply