Terkait Para Bacabup Bernarsis Ria di Pohon, Ini Kata Dosen IPB

Terkait Para Bacabup Bernarsis Ria di Pohon, Ini Kata Dosen IPB

BOGOR, INFODESAKU – Setelah para aktivis puncak yang notabene warga Bogor Selatan menyuarakan keresahannya terkait para Bakal Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yang ikut pada kancah politik di Pilkada 2018 mendatang ramai di bicarakan dan sempat menjadi hot isyu serta banyak mengundang komentar dari berbagai kalangan, mulai warga masyarakat hingga pemerhati lingkungan hidup.

Terkait pohon-pohon yang berada dijalur Puncak dan sekitarnya dijadikan ajang kampanye narsis oleh para bacabup dengan memaksa memaku pepohonan tersebut. Karena sejatinya pepohonan yang sengaja di tanam itu menjadi rusak kelestarian dan perkembangan habitatnya itupun mendapat sorotan dan tanggapan dari Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Direktur PATAKA.

Meskipun tidak mengomentari secara umum, namun apa yang dikatakan oleh Prof. Dr. Ir. M.ScF Trof. Dodik Ridho Nurohmat (Directorat of Strategic Studies and Agriculture Policy) IPB, saat dijumpai Infodesaku sesaat setelah menggelar acara Diskusi ilmiah di Gedung Rektorat IPB mengatakan,”Kalau spanduk janji itu saya tidak setuju, mestinya kalau calon legislatif itu spanduknya, spanduk bukti bukan janji. Dan menurut saya politik uang itu boleh, tetapi politik uang yang sudah ada buktinya, misalnya Calon Legislatif membangun jalan di Desa A, itu artinya boleh dibikinin spanduk,” kata Dodik

Masih menurut Prof. Dodik, sapaan akrabnya Ia mengatakan,”Ini asumsi secara umum tidak mengomentari itu,karena kalau soal kerusakan itu sudah terjadi dimana mana. Tetapi secara umum itu harus diatur lagi, dan gak boleh itu yang seperti apa?karena sejatinya yang gak boleh itu yang hanya janji-janji itu, tetapi kalau bikin jalan,bikin jembatan,memperbaiki dan merealisasikan itu baru boleh di bikinkan spanduk, mestinya aturannya seperti itu tapi pertanyaannya mana mau legislatifnya melakukan hal itu? Jadi hemat saya sih kalau gak bikin apa apa, gak boleh bikin spanduk yang isinya janji,” terangnya.

Hal senada dipertegas Yeka Hendra Fatika, Direktur Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA), Ia mengatakan,”Pertama dari sisi lingkungan dan artistik serta keindahannya sudah jelas mengganggu dan tidak mengena. Kedua jelas merusak kelestarian dan juga menyakiti pohon, berapa banyak paku disana yang dapat menyebabkan penyakit dari habitat pohonnya,” tuturnya.

Ia menambahkan,”Setau saya kalau di Jakarta itu ada Perda nya dan gak boleh melakukan hal itu,tetapi kalau di Bogor masih diberlakukan atau tidak, saya kurang tau juga ya. Jadi kalau bisa dilarang saja, gak boleh masang spanduk itu dipohon-pohon apalagi sampai dipaku. Intinya harus dijaga lah pohon-pohon itu bukan malah dirusak,” ujarnya.

Jika sudah ada Perda nya harus ditindak tegas tetapi kalau belum, ya paling himbauan saja masyarakat dan sesegera mungkin dibuatkan Perda nya khusus untuk mengatasi iklan dan segala macamnya.

Namun saat disinggung soal politik, Ia menjawab dengan nada diplomatis,”Wah kalau soal politik aku ora ngerti dan gak tau juga ya mas,” pungkasnya.

(Taufik/YAS)

Previous Kota Bogor Masih Butuh Ratusan Guru dan PNS
Next Tim Cabor Pra Porda Kepulauan Selayar Melenggang ke Arena Porda 2018.

About author

You might also like

Sosial 0 Comments

IPNU IPPNU Winong Gelar Istighosah Bersama Jelang UN

PATI, INFODESAKU – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Winong Kabupaten

Hot News 0 Comments

KMP Bontoharu Dan KM Lestari Maju Berlakukan Pertukaran Home Base

  SELAYAR, INFODESAKU – Terhitung hari Rabu, (12/07) dua armada kapal ferry di lintasan Pamatata-Bira akan melakukan pertukaran home base (pangkalan). KMP. Bontoharu akan diberangkatkan dari Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan

Hot News 0 Comments

Hari ke tiga kerja, pelayanan di Kecamatan Cigudeg sepi

BOGOR, INFODESAKU – Aktivitas pelayanan administrasi terpadu (PATEN) di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor dihari ketiga usai libur bersama Idul Fitri terlihat lengang. (05/7) Berbeda di hari-hari sebelumnya terutama dihari senin

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply