Musibah SDN Kampung Tengah Dijadikan Ajang Dongkrak Elektabilitas Jelang Pilbup Bogor

Musibah SDN Kampung Tengah Dijadikan Ajang Dongkrak Elektabilitas Jelang Pilbup Bogor

BOGOR, INFODESAKU – Meluapnya sungai Cipuraseda yang menyebabkan dua ruangan Sekolah Dasar Negeri Kampung Tengah hancur tergerus derasnya arus sungai, disinyalir dimanfaatkan sejumlah elit politik untuk menambah elektabilitas jelang pemilihan bupati pada 2018 mendatang.

Dikatakan sekjen FMB (forum mahasiswa Bogor) Iksan Awaludin kepada infodesaku, ini kejadian yang ke 8 kali dan kejadian yang paling dahsyat adalah yang ke 4 kali termasuk yang kejadian kali ini.

“Selain menyebabkan 2 bangunan SDN Kampung Tengah rusak, kejadian yang terjadi pada 30 Semptember menjelang malam ini juga menyebabkan satu rumah warga juga rusak total dan tidak bisa di tempati lagi dan harus di relokasi, tapi tidak ada respon dari pemerintah kab. Bogor.” ujar Iksan.

Padahal, lanjut Iksan, sudah banyak yang datang ke lokasi bencana, seperti ketua DPRD Jaro Ade, anggota DPRD dapil IV Wasto, ketua PGRI Kabupaten Bogor dan Kepala Dinas Pendidikan TB Lutfi.

“Kalau TB Lutfi sesuai tupoksinya, dan kalau pejabat yang lain menurut warga sekitar hanya  ngasih arahan saja, tapi tindakan nol besar kata warga. Yang saya pikir, pejabat kaya  bapak Ade Jaro, bapak Wasto dan Ade Yasin yang diwakili tim nya itu ambil momentum untuk menaikkan elektabilitas. Sementara yang ngasih bantuan untuk saat ini baru ketua PGRI kabupaten Bogor. Rakyat tidak butuh janji dan omong kosong melainkan bukti nyata dan aksi nyata yang kongkrit terkait permasalahan-permasalahan yang ada,” ungkapnya.

Masih kata Iksan, tegas saya katakan kepada para pemerintahan yang bersangkutan, segera selesaikan persoalan pembangun SDN Kampung Tengah, khususnya dinas pendidikan karena ini tidak bisa direnovasi malainkan harus di relokasi pembangunannya dan membutuhkan waktu cukup lama.

“Karena yang terkena dampaknya adalah para peserta didik (siswa) dan mereka adalah  para regenerasi bangsa. Mereka belajar dengan kondisi yang tidak nyaman dan akan menganggu konsentrasi proses pembelajaran mereka sehari-hari.” tandas Iksan dengan nada geram.

Laporan : KN

Previous Tingkatkan Volume Penjualan Produk Small Home Appliances SHARP Hadirkan Festival Memasak SHARP Cooking Matsuri 2017’
Next Akibat Tak Bisa Berenang, Bocah 7 Tahun Warga Desa Parungpanjang Tewas Tenggelam

About author

You might also like

Pemerintahan 0 Comments

PWRI Kota Depok sambut baik Raperda Lansia

DEPOK, INFODESAKU – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Depok menyambut baik adanya Rancangan Peraturan Daerah Warga Lanjut Usia (Raperda Lansia). Dengan raperda tersebut diharap dapat mewujudkan program Depok Sahabat

Hot News 0 Comments

Ngabuburit di Limbangan Sambil Mengintip Aktivitas Seni Karinding dan Pencaksilat

GARUT,INFODESAKU – Melihat sejarah perkembangan Islam di Nusantara tidak terlepas dari seni dan budaya tradisional Indonesia. Sebagai contoh Sunan Kalijaga dengan wayang dan gamelan. Diera moderenpun dakwah melalui seni tradisi

Hot News 0 Comments

Irana Jokowi ke Pekanbaru disambut Aksi cor kaki sebagai Solidaritas Tolak pabrik semen di Rembang

PEKANBARU, INFODESAKU – Aksi solidaritas menolak pembangunan Pabrik Semen di Rembang digelar sejumlah aktivis Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Rabu (29/3/2017) siang. Mereka mencor kaki dengan semen, sebagai reaksi terhadap sikap

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply