BSAB Menilai Banyak Ke Curangan di Proyek PLPR

Sukabumi, Infodesaku – Benteng Aktivis Sukabumi Bersatu (BASB) menilai Banyak kecurangan pengerjaan proyek pembangunan Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR) yang berlokasi di Pantai Karang Pamulang, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Pasalnya, mulai dari pasokan bahan material seperti batu dan pasirnya proyek tersebut dari tambangnya saja diduga belum mengantongi izin, Padahal, seharusnya baik pihak pelaksana proyek maupun yang mendapat mandat pengawasan lebih teliti dan memilih pihak pemasok yang sesuai aturan,

Kondisi seperti ini jelas bisa disebut praktek curang. Karena lemahnya pengawasan bahkan mungkin tidak ada pengawasan sama sekali.

“Silahkan di chek dan buktikan, material yang di kirim ke proyek tersebut itu dari hasil tambang yang tidak memiliki izin,” ungkap Ketua BASB Damar Rizky kepada Infodesaku, Kamis (12/10).

Menurut dia, ironisnya pengiriman material tersebut sudah berjalan 9 hari, semenjak di mulai dari tanggal 03 Oktober lalu hingga hari ini.

Oleh karena itu kata Damar, berhubung di area proyek tersebut terpampang Sepanduk bertulisan Proyek ini di kawal kejaksaan Negri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, serta di bawahnya terdapat tulisan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Sukabumi.

Oleh sebab itu, Damar meminta pihak kejari agar segera melakukan tindakan tegas kepada pelaksana pembangunan, dan segera melakukan penertiban terhadap pengusaha yang diduga memasok bahan material dari hasil tambang ilegal tersebut.

“Pengawasan TP4D kemana nih? Ada praktek yang dapat merugikan kok dibiarkan,” ketusnya.

Damar menjelaskan, jika pengambilan material yang digunakan proyek tersebut dari tambang ilegal, artinya, itu sudah merugikan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi sendiri, karena tidak ada pemasukan dari hasil tambang tersebut untuk kas daerah.

“Gimana mau masuk kas Pendapatan Asli Daerah (PAD) kalau izin tambangnya saja tidak ada. Dan satu sisi pelaksana proyek dermaga ini sudah merugikan kas daerah,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan ESDM Kabupaten Sukabumi, Adi Purnomo menggaku. Jika praktek tersebut benar terjadi, jelas sudah melanggar dan harus segera ada tindakan.

“Komentar saya, itu sudah jelas salah karena sudah melanggar undang – undang,” tegasnya.

Sementara saat disingggung, tindakan yang akan diambil pihak dinas dan langkah penyelesaian persoalan tersebut, ia menjawab.

“Kalau ada pencuri apakah itu tugas saya?. Kalau sudah jelas ada pencuri kenapa di biarkan tidak cepat diselesaikan sesuai aturan. Tapi, yang menyelesaikan pencurian tersebut tentunya bukan ranah kita,” singkatnya. (BA)

Previous Bupati Lebak "Ngamuk" di Ciboleger
Next Bupati Sukabumi Sumpah pegawai Dinkes

About author

You might also like

Hot News 0 Comments

MPR-RI dan ICMI Gelar Sosialisasi Empat Pilar

TANGERANG, INFODESAKU – Upaya menguatkan pemahaman masyarakat terhadap 4 pilar yaitu pancasila,UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia(ICMI) kota Tangerang, bekerjasama dengan MPR-RI menggelar sosialisasi di

Terbaru 0 Comments

Kepala UPTD Kependudukan Cicurug Optimalkan Pelayanan Kepada Masyarakat

SUKABUMI, INFODESAKU – Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) kependudukan Ciccurug, Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sobari S. Ip, optimalkan pelayanan kependudukan dengan cara mengedepankan keramahan serta Sopan /Santun

Hot News 0 Comments

Spontan, Bupati Garut Hadiri Manasik Haji di Cigedug

GARUT, EKSKULNEWS – Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Bupati Garut, Rudi yang sedianya akan menghadiri sebuah acara di di kecamatan Cikajang. Diperjalanan rombongan Bupati berhenti di lapangan Desa Sindangsari kecamatan Cigedug

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply